KESALAHAN BERKEBUN YANG SERING DILAKUKAN PEMULA (BAGIAN 2) - BUKIT DURIAN PURWAKARTA ISTIMEWA

Kesalahan Berkebun yang Sering Dilakukan Pemula (Bagian 2)

KESALAHAN BERKEBUN YANG SERING DILAKUKAN PEMULA (BAGIAN 2) - BUKIT DURIAN PURWAKARTA ISTIMEWA

Kesalahan Berkebun yang Sering Dilakukan Pemula (Bagian 2)

Kegiatan berkebun saat ini sedang naik daun sebagai sebuah hobi terutama di kalangan masyarakat perkotaan. Hal ini juga berkaitan erat dengan gaya hidup sehat yang semakin  meningkat. Masyarakat percaya jika kebutuhan bahan makanan yang segar dan minim kontaminasi zat kimia serta aktifitas olah raga yang bisa didapatkan dari berkebun akan berpengaruh pada kesehatan tubuh. Banyak diantaranya yang mulai berkebun sayur dan buah pekarangan rumahnya yang mungkin tidak terlalu luas. Bagi yang memiliki dana lebih, mereka akan membeli tanah kebun yang lebih luas.

Namun sayangnya, geliat berkebun tersebut kadang tidak disertai dengan pengetahuan yang cukup sehingga hasil panen tidak optimal. Berikut ini adalah kesalahan yang biasanya dilakukan oleh pemula, dirangkum dari berbagai sumber.

1.Pemberian pupuk yang kurang.

Setelah menanam, kadang kita lupa memberikan nutrisi tambahan berupa pupuk, baik berupa pupuk cair organik seperti air kencing kelinci atau pupuk padat seperti hasil kompos dari sampah organik buangan. Kompos kaya dengan nutrisi untuk tanaman dan tanah, serta tidak menjaga kondisi tanah tetap baik dan tidak jenuh, bahkan setelah beberapa periode tanam.

2.Tidak mencabut gulma (tanaman pengganggu).

Tanaman pengganggu seperti rumput, ilalang, atau tanaman liar lainnya akan bersaing memperebutkan nutrisi untuk bisa tumbuh. Hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang Anda tanam. Bersihkan gulma saat masih kecil dan sistem perakarannya belum kuat. Semakin besar, akan semakin sulit mencabutnya. Jadi pastikan Anda rutin untuk membersihkan tanaman pengganggu.

3.Menyiram terlalu banyak atau sedikit.

Menyiram tanaman adalah hal rutin yang wajib dilakukan secara teratur. Pemberian air ini untuk memicu pertumbuhan akar dan membantu proses fotosintesis dalam membuat makanan. Lakukan penyiraman ketika pagi atau sore hari agar tanaman tidak kaget menerima air saat siang hari. Karena tanaman membutuhkan waktu untuk bisa menyerap air dengan baik. Namun ingat, jika terlalu banyak air akan menjadikan tanah basah dan jika kondisi ini berlangsung lama, akar tanaman akan membusuk. Sehingga tanaman akan mati.

Untuk tanaman yang ditanam di lahan, Anda perlu menyiram sampai tanah di sekitar tanaman benar-benar basah. Untuk tanaman dalam pot, Anda bisa menyiram sampai terlihat rembesan atau tetsan dari lubang drainase pot. Lebih baik untuk menyiram tanaman dalam percikan daripada mengguyurnya sekaligus.

4.Tidak memberikan mulsa.

Mulsa adalah material organic seperti jerami, sekam atau daun-daun kering. Mulsa berguna untuk menjaga akar tanaman tetap dingin saat cuaca panas, menjaga kelembaban tanah, mencegah pertumbuhan gulma, melindungi tanah dari hujan atau angin, dan bisa menjadi sumber nutrisi tanaman saat mulsa membusuk. Pemberian mulsa pada bibit muda tidak perlu terlalu tebal agar benih masih bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup.

5.Tidak memberikan perlindungan pada tanaman.

Ini terutama untuk benih, tanaman muda, bunga dan buah yang baru terbentuk. Hujan dan angin kencang bisa menyebabkan kerontokan daun, bunga, dan buah. Perlindungan juga untuk menjaga tanaman dari serangga dan burung. Anda bisa menggunakan pelindung jarring untuk melindungi tanaman dari serangga, atau paranet untuk membatasi penetrasi sinar matahari bagi tanaman yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari.

Yuk berkebun cerdas bersama Bukit Durian Purwakarta Istimewa! Anda akan mendapatkan lokasi kebun durian yang tepat, bibit durian unggulan dan pendampingan dari para pakar berpengalaman. Hubungi Kami melalui telepon 0812-8813-2124 atau email ksp.durianmaster@gmail.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *