https://bukitdurianpurwakarta.com/apa-yang-harus-diperhatikan-saat-membeli- tanah-bagian-2/

Apa yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Tanah? (Bagian 2)

https://bukitdurianpurwakarta.com/apa-yang-harus-diperhatikan-saat-membeli- tanah-bagian-2/

Apa yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Tanah? (Bagian 2)

Tanah menjadi salah satu aset properti yang sangat menjanjikan karena nilai jualnya yang terus naik. Aset tanah juga bisa dikembangkan menjadi lahan tanam produktif, bangunan rumah maupun bangunan komersial lainnya.

Meskipun menguntungkan, membeli tanah memang memerlukan modal awal yang cukup besar. Sehingga Anda perlu berhati-hati dan memiliki pengetahuan serta strategi yang tepat mengenai hal tersebut, agar tidak merugi di kemudian hari.

Nah, jika Anda sudah menemukan lokasi yang tepat dengan harga yang sesuai anggaran, sebaiknya jangan terburu-buru membelinya. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan secara seksama.

Diantaranya:

1. Tidak Likuid

Tanah bersifat tidak likuid atau tidak dapat diuangkan secara cepat. Jadi sebaiknya, tanah bukan dijadikan dana darurat atau keuangan pokok. Gunakan dana tak terpakai atau tabungan masa depan membeli tanah. Jika tabungan terbatas, Anda bisa membeli tanah yang belum memiliki prospek pembangunan saat ini, atau dengan kata lain, harganya masih tergolong murah. Namun, beberapa tahun ke depan, tanah tersebut akan bergerak naik dan Anda pun menjadi untung.

2. Bebas Sengketa

Jangan membeli tanah berstatus sengketa warisan, menjadi jaminan bank, dokumennya tidak lengkap, dan lain sebagainya. Tanah yang kepemilikannya tidak jelas hanya akan menyusahkan dan merugikan. Cobalah bertanya kepada pejabat setempat sebelum membeli tanah, agar mengetahui asal-usul tanah tersebut.

Jika tanah belum bersertifikat atau masih berupa girik, jangan coba-coba membuatkan Akta Jual Beli (AJB) sebelum mengetahui riwayatnya. Sekalipun berhasil membuat sertifikat tanah atas nama Anda setelah membelinya, sertifikat tanah bisa dibatalkan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika ternyata pihak penjual tanah bukan yang berhak menjualnya.

3. Bebas Penggusuran

Jangan membeli tanah milik negara atau tanah yang masuk ke dalam peta rencana pembangunan pemerintah. Sebab, tanah tersebut berisiko menjadi target pembebasan lahan. Dewasa ini, memiliki sertifikat tanah tidak menjadi jaminan tanah bebas penggusuran.

Menurut UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum Pasal 5, pihak yang berhak wajib melepaskan tanahnya pada saat pelaksanaan pengadaan tanah untuk kepentingan umum, setelah ada ganti rugi berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Artinya, pengadaan tanah demi kepentingan umum seperti jalan raya, pembangkit listrik, dan bandara, tidak bisa ditolak. Anda bisa mengecek Tata Ruang Kota ke Dinas Tata Kota wilayah setempat.

Dengan memahami hal-hal di atas, Anda akan lebih aman dalam membeli tanah dan mendapatkan keuntungan di masa depan.

Ingin tau tentang konsep “Berkebun cerdas era milenial ?

Hadiri dan simak tips jitunya di acara:

Gathering Spektakuler Bukit Durian Purwakarta

Sebuah kawasan perkebunan durian dengan konsep Islami

Bersama : Bapak Irvan Abdillah (owner) & Arie Untung (artis hijrah)

Hari/Tgl : Sabtu/30 November 2019

Tempat : Hotel Grand Situ Buleud

Jl. Siliwangi No. 11, Nagri Tengah, Kec. Purwakarta, Kab. Purwakarta, Jawa Barat

Booking seat Rp. 100rb / 2 orang

*Seat Terbatas*

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *